suatu siang di KFC sudirman

Hingga kini, siang hingga ke sore sepulang sekolah itu masih terekam jelas di benakku. Kita memilih kursi yang berada tidak terlalu di sudut, tapi nyaman untuk kita berdua saling berhadapan. Lebih jelas melihat paras satu sama lain, karena memang kita jarang bertemu. Biasanya aku hanya melihatmu dari kejauhan, sekilas, karena jalanmu cepat dan kamu sibuk. Sekarang aku jadi penasaran juga kalau dari sudut pandangmu, saat kita tidak bersama tapi kamu melihatku itu, seperti apa rasanya. Seingatku, aku dulu langsung merasa senang dan malu-malu berharap kamu datang ke arahku. Kalau tidak jadi datang, aku ngambek haha. Kemudian itu menjadi salah satu dinamika percakapan kita yang aku baru sadari sangat kekanak-kanakan dan membuatmu suka bingung dengan kecemburuanku dan hal-hal lebay yang kupikirkan. Haha lucu juga. 

Biasanya saat kembali memikirkan hal ini, yang terlintas hanya beberapa cuplikan momen gelak tawa kita. Tapi saat aku menelusurinya lagi, aku mengingat bagaimana aku melihat wajahmu. Aku perhatikan dengan seksama, you're good, i mean, you're decent, i like you. Lalu, beberapa jam yang kita habiskan itu tidak berhenti membuat kedua mulut kita selalu terangkat dan tersenyum. Awalnya kita berniat untuk belajar bersama haha, tapi buku latihan soal itu hanya kita taruh untuk jadi alas meja. Aku tidak seberapa ingat apa saja yang kita bahas, namun ada beberapa hal penting yang kamu sampaikan tentang kita. Sepertinya, disitu kamu menunjukkan ke diriku, bagaimana rasanya disayang dan diperdulikan. Masih teringat juga, beberapa kalimat manis yang kamu tulis di secarik kertas yang kamu sobek dari buku tulis. Aku lupa apa saja, yang aku ingin sampaikan pipiku masih kenyal dan senyum manisku masih terjaga! :) 

Mengingat hal ini, bukan berarti aku ingin kembali. Biarkan momen itu tetap pada waktunya, tetap pada porsinya. Mengingat hal ini justru membuatku menyadari bahwa salah satu hal yang membuatku bersyukur dalam hidup ini karena pernah bertemu dan berkoneksi denganmu, mengisi waktu-waktu singkat yang telah dihabiskan hanya berdua, dan perasaan serta momen itu secara eksklusif hanya milik kita berdua. 

Ada suatu pesan yang ingin kusampaikan, tapi entah kamu bisa menerimanya lewat apa, akupun juga tidak ada niatan untuk memberikannya ke kamu, terlalu malu! haha. Tapi, kalau kita bertemu lagi, aku ingin menyampaikan bahwa:

"Beberapa halaman buku hidupku menjadi baik karena ada kamu di dalamnya. Bukan, kamu bukan orang terbaik yang pernah kutemui. Aku rasa akupun juga begitu dalam hidupmu. Tapi terimakasih, sudah mau melihat diriku saat itu." 

sisanya di sensor saja hehe. 

Comments

Popular posts from this blog

tonight it's a bit of Q.S Ghafir

some thoughts i think today, 10.03.2025

what's more to embrace?