suatu siang di KFC sudirman
Hingga kini, siang hingga ke sore sepulang sekolah itu masih terekam jelas di benakku. Kita memilih kursi yang berada tidak terlalu di sudut, tapi nyaman untuk kita berdua saling berhadapan. Lebih jelas melihat paras satu sama lain, karena memang kita jarang bertemu. Biasanya aku hanya melihatmu dari kejauhan, sekilas, karena jalanmu cepat dan kamu sibuk. Sekarang aku jadi penasaran juga kalau dari sudut pandangmu, saat kita tidak bersama tapi kamu melihatku itu, seperti apa rasanya. Seingatku, aku dulu langsung merasa senang dan malu-malu berharap kamu datang ke arahku. Kalau tidak jadi datang, aku ngambek haha. Kemudian itu menjadi salah satu dinamika percakapan kita yang aku baru sadari sangat kekanak-kanakan dan membuatmu suka bingung dengan kecemburuanku dan hal-hal lebay yang kupikirkan. Haha lucu juga. Biasanya saat kembali memikirkan hal ini, yang terlintas hanya beberapa cuplikan momen gelak tawa kita. Tapi saat aku menelusurinya lagi, aku mengingat bagaimana aku melihat ...