aku lepas kacamataku
aku melepas kacamataku pada sore hari di cafe ini. dua sofa untuk sekitar empat orang, tapi disini aku duduk sendiri. sore itu biasanya jam ramainya kafe. Terbukti banyak orang mulai berdatangan. menyebalkan. kenapa menyebalkan? karena jadi tidak bisa mengeksplorasi rasa muak di dalam hati ini dengan sedikit lebih tenang tadi aku tidak sendiri, tapi jadi sendiri jadi sendiri karena didorong oleh mungkin kegelisahan dan ketidakcocokan di siang ini bukan ada perselisihan antara kita tapi sepertinya ada perselisihan di masing-masing hati kita entah apa, yang jelas nyata nyata tampak diwajah, atau aku hanya sok tau yang berasumsi dilandasi feeling tapi bukannya memang aku INFP? aku melepas kacamataku, agar aku tidak peduli apa kata orang, apa pandangan orang. terhadapku saat ini pun aku seperti sedang menyeleksi siapa orang tepat yang aku ingin bersamai 2 jam kedepan. tapi tidak ada yang memenuhi persyaratan. sepertinya aku butuh pletok atau irish cream, di maj. tapi ju...